Angka Kejadian Kabupaten Pangandaran

Update Terakhir : Kamis, 02 Juli 2020 | 14:46 WIB

Pengelola Data : DINAS KESEHATAN KAB. PANGANDARAN

TERKONFIRMASI
POSITIF AKTIF
POSITIF SEMBUH
POSITIF MENINGGAL
ODP
(ORANG DALAM PEMANTAUAN)
Total ODP
Proses Pemantauan
(0.54%)
Selesai Pemantauan
(99.46%)
Meninggal
(0.00%)
PDP
(PASIEN DALAM PENGAWASAN)
Total PDP
Proses Pengawasan
(7.14%)
Selesai Pengawasan
(50.00%)
Meninggal
(42.86%)
OTG
(ORANG TANPA GEJALA)
Total OTG
Proses Pemantauan
(34.57%)
Selesai Pemantauan
(65.43%)
Meninggal
(0.00%)
Keterangan :
1. ODP (Orang Dalam Pemantauan) ODP merupakan orang yang sempat bepergian ke negara atau daerah lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona. Selain itu, seseorang yang pernah berkontak langsung dengan orang atau pasien positif corona juga dapat dikatakan sebagai ODP.
2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan) PDP adalah orang yang masuk dalam kategori sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien). Seseorang dikatakan PDP juga apabila terlihat menunjukkan gejala sakit, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Selanjutnya, PDP akan dipantau kembali dengan teliti apakah orang tersebut memiliki riwayat kontak dengan orang positif COVID-19.
3. OTG (Orang Tanpa Gejala) OTG adalah mereka yang tidak bergejala. Selain itu, mereka juga memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kategori OTG juga memiliki riwayat kontak erat, baik kontak fisik, berada dalam ruangan atau berkunjung dengan radius 1 meter, dengan pasien Covid-19.

Sebaran Kejadian Covid-19 Kab. Pangandaran

 ODP(Proses)    ODP(Selesai)    PDP(Proses)    PDP(Selesai)    Positif    Positif(Sembuh)    Positif(Meninggal)    OTG(Proses)    OTG(Selesai)

Grafik Kenaikan Angka Kejadian

Infografis

Rumah Sakit Rujukan Terdekat

Berikut ini adalah rumah sakit terdekat yang menjadi rujukan untuk pasien dengan status Pasien dalam Pengawasan di Kabupaten Pangandaran. Anda harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu seperti Puskesmas/Klinik/RSU sebelum akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit khusus di bawah ini.

RSU Dr. Slamet Kab. Garut

Jl. RSU DR. Slamet No.12, Sukakarya, Garut
+62 262 237791
-

RSU Gunung Jati Kota Cirebon

Jl. Kesambi Raya No.56, Drajat, Kesambi, Cirebon
+62 231 202441 +62 231 206330
https://rsudgunungjati.cirebonkota.go.id/

RSUD Banyumas

Jl. Rumah Sakit No.1, Kab. Banyumas
+62 281 796182
https://rsudbms.banyumaskab.go.id/

RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas

Jl. Dr. Gumbreg No.1, Kec. Purwokerto, Kab. Banyumas
+62 281 632708
https://rsmargono.jatengprov.go.id/

Berita Tentang Covid-19 Pangandaran

F.A.Q

1. Apa itu Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

2. Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan).
  4. Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurang- kurangnya satu meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernafasan, seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup oleh kita.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus.
  9. Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang.
  10. Menunda perjalanan ke daerah/negara dimana virus ini ditemukan seperti Tiongkok, seiring dengan informasi adanya penghentian sementara operasional penerbangan langsung dari dan ke daratan Cina dari pemerintah, sampai ada informasi lebih lanjut.
3. Apa saja gejala COVID-19?

Gejala umum berupa demam ≥38C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Jika ada orang dengan gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke Tiongkok (terutama Wuhan), atau pernah merawat/kontak dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

4. Seberapa bahaya COVID-19 ini?

Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Para ahli masih sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antar manusia yang terbatas (antar keluarga dekat dan petugas kesehatan yang merawat kasus).

5. Apakah COVID-19 dapat ditularkan antar manusia?

Ya, COVID-19 dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, di tempat kerja, di rumah tangga, atau fasilitas pelayanan kesehatan.

6. Siapa saja yang berisiko terinfeksi COVID-19?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Saat ini, Tiongkok merupakan negara terjangkit COVID-19 dengan sebagian besar kasus telah dilaporkan. Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orang-orang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

7. Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?

Sampai saat ini belum diketahui berapa lama 2019-nCoV bertahan di permukaan suatu benda, meskipun ada informasi awal yang menunjukkan dapat bertahan hingga beberapa jam. Namun desinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi.

8. Manakah yang lebih rentan terinfeksi COVID-19, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi COVID-19. Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

9. Bagaimana membedakan antara COVID-19 dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang terinfeksi 2019-nCoV.

Untuk itulah WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas harus mencari pengobatan sejak dini, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

10.Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala COVID-19?

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 2-11 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Berdasarkan data dari penyakit akibat coronavirus sebelumnya, seperti MERS dan SARS, masa inkubasi COVID-19 juga bisa mencapai 14 hari.

Lihat Lainnya