BUPATI TEMU PELAKU UMKM SE-KAB. PANGANDARAN

BUPATI TEMU PELAKU UMKM SE-KAB. PANGANDARAN

HUMAS - Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengahadiri Rakor UMKM Kabupaten Pangandaran Tahun 2020. Senin, 3/8/2020 bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, Pejabat Lingkup Kabupaten Pangandaran serta Kepala BPS Kabupaten Ciamis.

Perkembangan Kabupaten Pangandaran sekarang ini semakin maju berbagai permasalahan telah diselesaikan oleh Pemerintah, seperti masalah infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan demikian di sampaikan beliau dalam pidatonya.
“Masalah infrastruktur saya kira sudah selesai, masalah pembangunan dasar sudah hampir selesai, maka tentu ke depan kita ingin menggenjot UMKM hanya persoalannya pasar apa yang akan dituju, orientasi pemasarannya mau kemana, konsepnya apa yang kita miliki, apakah sudah tergeser tidak pada ruangan besar tapi pada jaringan komunikasi yang modern”, ujarnya.

Untuk itu diperlukan orientasi dari UMKM sendiri agar jelas dan bisa terarah. 
“Ada 16.000 pelaku wisata, pelaku usaha di UMKM dan sebagian besar orientasinya masih ke internal Pangandaran, tentu nanti apapun yang akan kita buat tentu sasarannya kemana, karena UMKIM ini suka dianggap enteng, suka dianggap kecil padahal dampaknya luar biasa”, tutur Bupati.

Iapun berharap agar ekonomi Kabupaten Pangandaran pasca pandemi covid-19 ini bisa pulih kembali, termasuk dikalangan UMKM.
“Saya ingin kita ini membangkitkan memulihkan UMKM tapi betul-betul dampaknya luar biasa. Pandemi corona cukup memorak-porandakan ekonomi termasuk di Pangandaran, kita disini tidak ada PHK karena tidak ada lahan industri hanya beberapa pabrik. 

Seiring perkembangan wisata yang menggeliat Bupati pun berpesan agar UMKM Pangandaran berupaya kembali mengambil pasar ekonomi pangandaran.
“Ada dua pesan yang pertama yaitu mengambil pasar yang di Pangandaran karena sekarang pertumbuhan ekonomi sudah mulai bagus, yang kedua adalah secara online. Saya akan membuat pola kebiijakan makronya UMKM kita ini seperti apa, sasarannya kemana, dan kita mau arahkan kemana baru nanti latihan packagingnya kita laksanakan. Kita akan deteksi dulu pasar-pasarnya”, ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pangandaran mengatakan pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan pengelolaan hasil dari UMKM.
“Kita tidak diam, kita bekerjasama dengan KOMINFO, MAKEPLUS, membantu pelaku untuk online, tapi ada juga yang harus kita sikapi contohnya diolahan makanan tidak begitu jadi produk langsung diedarkan karena kita harus memiliki sertifikat halal, BPOM dan sebagainya, karena kita ingin menjamin produk kita itu berkualitas”, ujarnya.

Tambah Tedi ada beberapa hal yang harus disikapi bersama untuk mewujudkan UMKM Pangandaran yang handal baik dari segi kualitas dan kompetitif di lapangan.

"Yang harus kita sikapi ke depan adalah bagaimana membantu pelaku usaha ini produknya bagus, sertifikat halal mudah didapatkan sehingga pelaku usaha itu semua melekat sertifikat itu di dalamnya. Sudah 150 yang sudah ikut online meskipun belum maksimal karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan jangan sampai sertifikat halal ada tapi BPOM tidak ada", pungkasnya.

 

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran